How to Calculate CBM for Imported Goods: Complete Guide for Beginners
Menghitung harga barang saja belum cukup untuk mengetahui berapa modal yang sebenarnya dibutuhkan. Selain harga produk, ada biaya pengiriman, handling, dan biaya logistik lainnya yang perlu diperhitungkan. Salah satu istilah yang akan sering ditemui dalam proses impor adalah CBM.
CBM digunakan untuk mengetahui seberapa besar volume atau ruang yang ditempati barang dalam pengiriman. Dengan mengetahui CBM, importir dapat memperkirakan kebutuhan ruang dan membuat estimasi biaya logistik dengan lebih realistis.
Lalu, apa itu CBM dalam pengiriman dan bagaimana cara menghitungnya?
Apa Itu CBM dalam Pengiriman?
CBM adalah singkatan dari Cubic Meter, yaitu satuan untuk mengukur volume barang dalam meter kubik atau m³. Dalam pengiriman barang, terutama pada aktivitas impor melalui jalur laut, CBM digunakan untuk mengetahui seberapa besar ruang yang ditempati oleh suatu shipment.
Misalnya, Anda membeli produk dari China dengan ukuran satu karton:
-
Panjang: 50 cm
-
Lebar: 40 cm
-
Tinggi: 30 cm
Volume karton tersebut adalah 0,06 CBM. Jika Anda memiliki 100 karton dengan ukuran yang sama, total volumenya menjadi 6 CBM.
Informasi tersebut penting ketika Anda meminta quotation dari jasa pengiriman karena biaya pengiriman untuk jenis layanan tertentu dapat dihitung berdasarkan volume barang.
1 CBM Itu Sebesar Apa?
1 CBM = 1 meter × 1 meter × 1 meter.
Dengan kata lain, 1 CBM memiliki volume sebesar 1 meter kubik.
Jika menggunakan satuan centimeter:
1 CBM = 100 cm × 100 cm × 100 cm = 1.000.000 cm³.
Sebagai gambaran sederhana, bayangkan sebuah kotak berbentuk kubus dengan panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 1 meter. Ruang di dalam kotak tersebut adalah 1 CBM.
Namun, 1 CBM tidak berarti harus berupa satu barang atau satu kardus berukuran 1 × 1 × 1 meter. Beberapa karton kecil dapat memiliki total volume yang sama dengan 1 CBM.
Misalnya:
-
10 karton × 0,1 CBM = 1 CBM
-
20 karton × 0,05 CBM = 1 CBM
-
100 karton × 0,01 CBM = 1 CBM
Jadi, CBM pada dasarnya adalah total volume, bukan jumlah karton.
Kenapa Importir Perlu Menghitung CBM?
Menghitung CBM bukan sekadar mengetahui ukuran barang. Data ini bisa membantu importir membuat perencanaan biaya dan logistik dengan lebih baik.
Mengestimasi Biaya Pengiriman
Beberapa layanan pengiriman menggunakan volume sebagai salah satu dasar perhitungan biaya. Dengan mengetahui estimasi CBM sejak awal, Anda dapat meminta quotation yang lebih akurat dari forwarder impor Anda.
Menentukan Kebutuhan Ruang
CBM membantu memperkirakan berapa besar ruang yang dibutuhkan shipment Anda. Hal ini menjadi semakin penting ketika jumlah barang sudah cukup besar atau Anda berencana menggunakan satu kontainer penuh.
Menghitung Modal dan Margin
Biaya pengiriman merupakan bagian dari landed cost barang. Jika Anda salah memperkirakan volume, estimasi biaya pengiriman juga bisa meleset. Akibatnya, modal per produk dan margin keuntungan yang dihitung sejak awal menjadi tidak akurat.
Rumus Cara Menghitung CBM Barang Impor
Cara menghitung CBM sebenarnya cukup sederhana.
Rumus CBM
Jika ukuran barang sudah dalam meter:
CBM = Panjang × Lebar × Tinggi
Jika ukuran masih dalam centimeter, gunakan:
CBM = Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 1.000.000
Contoh Perhitungan Satu Karton
Misalnya ukuran satu karton adalah:
50 × 40 × 30 cm
Maka: 50 × 40 × 30 = 60.000 cm³
Kemudian: 60.000 ÷ 1.000.000 = 0,06 CBM
Jadi, satu karton tersebut memiliki volume 0,06 CBM.
Cara Menghitung Total CBM Beberapa Karton
Jika Anda memiliki 100 karton dengan ukuran yang sama:
100 × 0,06 CBM = 6 CBM
Jadi, total volume barang adalah 6 CBM.
Contoh Cara Menghitung CBM
Dalam praktiknya, barang impor tidak selalu memiliki ukuran karton yang sama.
Misalnya Anda memiliki:
-
50 karton × 0,06 CBM = 3 CBM
-
30 karton × 0,08 CBM = 2,4 CBM
-
20 karton × 0,10 CBM = 2 CBM
Total:
3 + 2,4 + 2 = 7,4 CBM
Jadi, total volume seluruh shipment adalah 7,4 CBM.
Jika terdapat beberapa ukuran packing, sebaiknya hitung setiap ukuran terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan. Karena itu, saat meminta quotation kepada supplier atau forwarder, pastikan Anda menggunakan dimensi packing, bukan hanya dimensi produknya.
Acuan CBM Berdasarkan Ukuran Kontainer
Jika Anda berencana melakukan impor dalam jumlah besar, memahami kapasitas kontainer juga penting.
Secara umum, ukuran kontainer yang sering digunakan dalam pengiriman internasional adalah 20 feet, 40 feet, dan 40 feet High Cube.
Kapasitas kubikasi teoritisnya kira-kira:
|
Jenis Kontainer |
Kapasitas Volume Internal ± |
|
20 Feet |
33 CBM |
|
40 Feet |
67 CBM |
|
40 Feet High Cube |
76 CBM |
Angka tersebut merupakan kapasitas volume internal secara teoritis, bukan berarti seluruh kapasitas tersebut bisa selalu diisi barang. Dalam praktiknya, ruang yang benar-benar dapat digunakan bisa lebih kecil karena bentuk barang, ukuran karton, cara penyusunan, ruang antarbarang, serta batas berat kontainer.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung CBM
Beberapa kesalahan sederhana bisa membuat estimasi volume menjadi tidak akurat.
1. Lupa mengonversi satuan
Ukuran dalam centimeter harus dikonversi dengan benar agar hasil akhirnya menjadi meter kubik.
2. Menggunakan ukuran produk, bukan packing
Jika produk dikirim dalam karton, gunakan dimensi karton untuk menghitung volume pengiriman.
3. Lupa mengalikan jumlah karton
CBM satu karton bukan berarti total CBM shipment.
4. Menggunakan estimasi packing yang terlalu jauh
Ukuran packing final dari supplier bisa berbeda dari perkiraan awal.
5. Menganggap CBM sama dengan berat
CBM mengukur volume, sedangkan kilogram mengukur berat. Keduanya merupakan informasi yang berbeda.
6. Tidak Memperhitungkan Penyusutan atau Selisih Volume
Ukuran yang diberikan supplier sebelum barang dikirim belum tentu selalu sama dengan kondisi aktual saat barang tiba di Indonesia. Perubahan packing, penataan ulang, tambahan kemasan, dapat menyebabkan selisih volume.
Kesimpulan
Memahami cara menghitung CBM barang impor merupakan salah satu dasar penting bagi importir pemula maupun business owner. Namun, perlu diingat bahwa CBM bukan selalu satu-satunya dasar perhitungan biaya pengiriman. Metode charging dapat berbeda berdasarkan jenis layanan, jalur pengiriman, berat, volume, dan ketentuan masing-masing penyedia jasa.
Tidak ingin repot mengurus proses pengiriman barang dari China sendiri? Konsultasikan kebutuhan impor Anda dengan Harvest Indo Express untuk layanan impor LCL dan Genco Express untuk layanan FCL.
Sebagai bagian dari Fasdeli Group, kami menghadirkan ekosistem layanan yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan bisnis, mencakup transfer uang internasional melalui Fasremit, pembiayaan impor melalui Fasdana, warehouse & fulfillment melalui Faspoint, serta last-mile delivery melalui Fastruck.
Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi website Kami di harvestindoexpress.id untuk informasi selengkapnya.